Senin (2/3). Kegiatan tersebut mendapat pengamanan penuh dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak serta Polres Lebak, yang menurunkan personel gabungan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Aksi demonstrasi ini merupakan bagian dari agenda refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Aliansi Mahasiswa Lebak—yang terdiri dari GMNI, HMI, HMI MPO, PMII, dan Kumala—menyampaikan press release bertajuk “Raport Merah: Lebak Darurat Arah, Rakyat Menunggu, Oligarki Berpesta.”
Dalam penyampaiannya, aliansi mahasiswa menguraikan kritik terhadap berbagai aspek tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, serta ketimpangan pembangunan di Kabupaten Lebak. Mereka menilai bahwa setahun masa kepemimpinan merupakan periode yang cukup untuk menampilkan arah kebijakan strategis, namun terdapat sejumlah persoalan yang dianggap perlu penanganan lebih serius oleh pemerintah daerah.
Penyampaian Tuntutan Aliansi Mahasiswa Lebak
Sebanyak empat belas tuntutan disampaikan mahasiswa, meliputi isu transparansi tender proyek, pemerataan kualitas pendidikan, evaluasi pengelolaan pasar semi Rangkasbitung, audit program RTLH, kejelasan indikator program prioritas daerah, hingga penanganan dugaan penyerobotan lahan di Desa Jayasari. Selain itu, aliansi juga menyoroti percepatan pembangunan fasilitas kesehatan, evaluasi administrasi dapur MBG, ketertiban kendaraan pengangkut pasir, serta transparansi anggaran pembelanjaan pakaian dinas pejabat daerah.
Seluruh tuntutan tersebut dibacakan secara terbuka, dengan harapan pemerintah dapat merespons secara cepat, transparan, dan akuntabel demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Pengamanan Berjalan Tertib dan Profesional
Pelaksanaan pengamanan oleh Satpol PP, Damkar, dan Polres Lebak berjalan efektif. Petugas ditempatkan pada titik-titik strategis untuk memastikan kelancaran kegiatan, mulai dari area konsentrasi massa hingga jalur lalu lintas sekitar pendopo. Koordinasi antarlembaga berjalan baik sehingga aksi dapat berlangsung damai tanpa gangguan keamanan.
Aparat gabungan juga turut memberikan himbauan humanis kepada peserta aksi, memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan, serta menjaga ruang demokrasi tetap terbuka dan kondusif. Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawasan petugas.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi yang berlangsung aman dan damai. Aspirasi yang telah disampaikan mahasiswa akan menjadi perhatian sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membangun dialog konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai mitra kritis dalam mengawal pembangunan daerah.