Senin, 2 Februari 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi kebakaran kembali digencarkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Pada kesempatan kali ini, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran memimpin langsung kegiatan edukasi dan simulasi kepada masyarakat Badui yang berlangsung dengan penuh antusiasme dan keakraban.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendasar mengenai penyebab kebakaran, cara pencegahan, hingga langkah-langkah penanganan awal agar api tidak berkembang menjadi lebih besar. Masyarakat Badui mendapat penjelasan mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan rumah, seperti penggunaan api terbuka, kompor, hingga pengelolaan material mudah terbakar.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi simulasi pemadaman kebakaran ringan. Dalam simulasi tersebut, peserta diajak mempraktikkan langsung cara memadamkan api sesuai jenis bahan yang terbakar menggunakan peralatan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan mereka, seperti karung basah, pasir, atau alat pemadam api tradisional. Pendekatan ini penting agar masyarakat dapat mengaplikasikan teknik tersebut dalam situasi nyata dengan alat yang tersedia di sekitar mereka.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat adat seperti Badui merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan kesiapsiagaan bencana. “Masyarakat adalah garda terdepan dalam mencegah kebakaran. Dengan pemahaman yang tepat dan praktik yang sesuai kondisi lokal, kami berharap risiko kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Badui yang terlihat aktif bertanya dan mengikuti simulasi dengan penuh semangat. Diharapkan, edukasi ini dapat menjadi bekal berharga dalam menjaga keselamatan komunitas serta mendorong budaya peduli lingkungan dan pencegahan risiko kebakaran.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Dinas Pemadam Kebakaran berkomitmen untuk terus memperluas edukasi ke berbagai wilayah dan kelompok masyarakat, sebagai bentuk upaya bersama menciptakan lingkungan yang aman, siaga, dan tanggap terhadap bahaya kebakaran.